Journey is never flat

Read More

Rafting Telaga Waja, Bali

"Life is either a daring adventure or nothing at all". - Hellen Keller -
Read More

Edelweiss, Mt. Papandayan

"Bahagia itu ketika melihat bunga edelweiss, artinya kamu semakin dekat.. dengan puncak"
Read More

Me at Mt. Guntur

"Tersenyumlah, karena semurah-murahnya sedekah adalah senyummu yang tulus ikhlas"
Read More

Mt. Guntur 2.249 mdpl

"If you think you Can, yes you Right. If you think you Cant, yes you Right". - Henry Ford -
Read More

Member of Pendaki Muslim

"Ketika bersama mereka, aku baru menyadari bahwa mereka adalah sahabat terbaik dijalur pendakian"

Kamis, 30 Maret 2017

Inspiration Bussiness from Arfand and teams

Aku dan tim Arfand
Hay haloo... Kali ini aku mau share tentang perjalananku ke kota malang... hmm. Ada apa ya di malang? Nah bagi yang sudah membaca tulisanku yang berjudul "belajar menjadi pemain dalam bisnis" pasti sudah bisa menerka-nerka nih sekarang tahapan aku ke depan akan seperti apa dalam dunia bisnis. Kalo sudah belajar dalam bisnis tentunya harus mempraktekkannya juga kan? nah itulah awal mulanya aku pergi ke malang. Untuk mempraktekkan bisnis yang sesungguhnya.. yehaa.. :p

Awalnya aku dibantuin gitu sama rekan dikantor bahwa harusnya kantor kita tuh ada agenda rihlahnya. Singkat cerita sang pimpinan mengajak kita ke bali atau malang. gak nyambung ya antara rihlah dan bisnis. hehe. tapi setelah beberapa hari ke depan saya memikirkan bahwa ke malang lebih baik, karena kita punya proyek investasi juga di sana. Aku sekalian ingin melihat seperti apa si proyek kita sesungguhnya. Singkat cerita lagi kita ga jadi ke bali, tapi jadinya ke malang. Awalnya cukup tidak semangat gitu pergi kesana karena pimpinan ga bisa ikut bareng. Akhirnya cuma aku dan teman sekantor yang pergi ke malang untuk lihat proyek.

Jadilah kita pergi ke malang pada tanggal 22,23,24 Februari 2016. Dari halim langsung flight malang menggunakan Batik Air.



Cuaca jakarta-malang cukup cerah jadi perjalanan ke malang alhamdulillah lancar. Berangkat pukul 12.45 dan landing pukul 14.15 sampai malang ternyata cukup gerimis dan kita langung pesan taksi untuk mengantarkan kita menuju lokasi proyek di jalan gajayana.

Sebelum melihat proyek di sana, kita dijamu dulu sama bang afandi sang owner sewa motor malang. Wah dia sangat humble banget sama kita. Dan mau mengajari kita tentunya terkait menjadi pemain dalam bisnis. Kata bang afandi kita harus tahu dulu esensi dari bisnis itu sendiri seperti apa. Dalam membentuk bisnis kalau kita membangunnya dari awal sudah pasti akan melewati masa learning curve dimana resiko gagal atau berhasil itu akan dipertaruhkan. Tapi bagaimana seorang pebisnis itu dapat memposisikan gagal dan berhasil itu dengan paradigma yang berbeda yaitu jangan menyerah, terus memperbaiki dan jadilah pebisnis yang sukses.

Ada dua macam orang dalam dunia bisnis, pertama adalah Pengusaha Pekerja yang kedua adalah The Real Pengusaha. Bedanya adalah kalau Pengusaha Pekerja dia yang punya modal/utang modal tapi dia juga yang ngerjain usaha itu sendiri. Istilahnya dari yang belanja bahan baku sampe ngejual produk dia sendiri yang ngerjain, dari A-Z nya dia yang kelola, secara terus menerus dengan omset dan net profit itu-itu saja tanpa inovasi dan merasa puas dengan satu produk, maka dia layak disebut pengusaha pekerja. Beda dengan The Real Pengusaha yang menggerakan semua potensi sumber daya yang ada, dari mulai permodalan, produk, tenaga kerja pengelola, dsb. Tak apa di fase awal si the real pengusaha ini menjalankannya sendiri, tapi bedanya dia punya visi ke depan untuk usaha yang lebih maju, tidak merasa puas, punya target dan dia akan memikirkan bagaimana produknya akan dinikmati konsumen dengan terus melakukan improvement jangka panjang, memikirkan produknya terus lebih baik dan bahkan bisa menghasilkan keuntungan untuk dia dan bisa membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain dengan bisnisnya. Banyak yang akan menikmati hasil keuntungannya dengan berbisnis bersama-sama.

Bang afandi juga menjelaskan bahwa cara memilih bisnis itu harus mempunyai kriteria bisnis yang prospek bisninya jangka panjang, tidak musiman, ROI nya bagus dan bisa dibuat sistem bisnisnya.

Dengan tekad yang kuat dan kemauan yang keras membuat bang afandi ini menjadi Rating pertama pencarian di google untuk sewa motor di malang. Coba aja buktikan dengan ketik sewa motor malang di pencarian google, pasti yang muncul pertama kali websitenya doi yaitu Arfand Motorent (urutan pertama setelah yang berbayar iklan tentunya).

Sharing terkait bisnis dengan beliau tidak ada habisnya, mimpi-mimpi beliau yang tinggi setinggi gunung semeru itu tidak hanya sebatas mimpi, tapi dia buktikan dengan ekspansi sewa motor disekitar malang lainnya. selain sewa motor doi juga membuka open trip gunung bromo dengan mobil atau motor.

"Intinya kalo punya mimpi yo cepetan dikerjain biar jadi kenyataan" tekadku dalam hati

Setelah  selsai sharing kita diajakin makan malam dirumahnya pak afandi. Duh makanannya enak banget, makanan rumahan ala-ala penduduk kota malang. nasi, tempe, tahu, sayur dan ayam sudah buat perut keroncongan dari perjalanan pesawat tadi menjadi perut kekenyangan.

Habis itu kita dibawa langsung ke tempat usahanya bang afandi, tempat sewa motor dan kos-kosan syariah. Tempatnya lumayan asik buat backpacker mah masuk anggaran abis ni tempat. karena harganya yang murah untuk kantong backpacker. semalam nginap di kos-kosan ini cuma 120rb aja per malam bisa buat dua orang patungan jadi lebih murah. hehe..

Kita juga dikenalin dengan beberapa staf sewa motor dan sewa kos-kosan. Ada mas bagus, mas wildan dan mas satu lagi lupa namanya. Mas Wildan tugasnya jadi CS di situ. yang nerima order, dan mendokumentasikan pembukuan kas harian arfand. Kalo mas bagus dan staf satu lg (yang lupa namanya) bertugas maintenance motor, antar jemput motor dan tour guide kita-kita juga untuk keliling malang :)

Sumber : http://sewamotormalang.com/


Seharian penuh kita dikasih materi terkait pengelolaan bisnis sewa motor itu seperti apa. manajemen keuangannya, resikonya, pelayanannya dan keamanan dari motor itu sendiri seperti apa. Jika diamati memang resiko kehilangan motor ala arfand motorent ini terbilang aman. Karena awal merintis arfand pernah kehilangan motor karena ternyata penyewanya berniat bawa kabur motornya. Masa learning curve arfand sudah terlewati karena dengan pengalaman kehilangan motor itulah arfand menerapkan sistem verifikasi yang cukup aman tapi tidak menyulitkan penyewanya. Diantarannya ketika sang penyewa datang, langsung diarahkan mengisi formulir data diri dan melampirkan KTP asli beserta satu tanda pengenal lainnya (NPWP, Kartu Mahasiswa dan sejenisnya). Lalu KTPnya pun diverifikasi nomor KTP nya dilacak terlebih dahulu keakuratannya. Setelah semua lengkap dan lolos verifikasi, maka motor bisa langsung disewa. Tarif sewanyapun tergolong murah untuk kantong2 backpacker.




Pengisian Formulir Sewa

Penyerahan Tanda Pengenal Penyewa


Cukup deg-degan juga pas disuruh praktek melayani penyewa,ternyata saya lupa memasukan no hp penyewanya pemirsah :D Otomatis cukup khawatir kalo ternyata penyewa tidak mengembalikan motornya dan mau ngehubungi kontaknya susah karena tidak ada data no hp nya. akhirnya saya dicuekin mas wildan selaku bagian administrasinya.. hehe..

Banyak materi yang saya terima dari para pengelola yang luar biasa ini. Setelah selsai materi dan praktek, sejenak kami menghela nafas terlebih dahulu, dan melihat sekeliling kosan juga keluar kosan, ternyata jalanan waktu itu cukup lenggang bahkan tidak ada mobil atau motor sama sekali lewat di depan kos-kosan kita. Ada apa ya? selidik dapat selidik, ternyata sebentar lagi pak presiden mau lewat kesini, ke jalan gajayana! sontak semua staf dan pengunjung pada keluar. Mau liat presiden? ternyata mau foto-foto aja pas jalanan sepi gaess... kapan lagi jalanan macet ini menjadi sepi gini :D

Eksis di jalan gajayana, malang
Okedeh setelah melewati hari yang cukup melelahkan dibagian belajar bisnis yang satu ini, malamnya kita langsung cabs jalan-jalan.. yeeay.. dianter ke BNS yg fenomenal di malang itu loh.. Batu Night Spectacular. Tempatnya keren banget, banyak lampu-lampu, wahananya bercahaya lampu semuaa.. keren deh pokoknya.

Tiket masuk ke BNS cukup murah. Cuma didalemnya kita bayar lagi gaes kalo mau naik wahana-wahana oke nan menegangkan. Cobain deh masuk rumah hantu malem-malem, terus naik kreta mini di atas ketinggian yang lumayan bikin adrenalin semakin terpacu plus semilir angin malam yang brrr... tapi pemandangan kota malang diketinggian ini asyik banget. Lampu-lampu penghuni kota malang yang mencerahkan mata yang memandangnya membuat kota ini susah dilupain :)

Setelah puas menjelajah di BNS kita mampir dipusat oleh-oleh BNS. Tempatnya kayak pasar banget, rame banget, dari mulai jualan baju, makanan, souvenir, dll ada semua disitu. Cuma kita engga beli oleh-oleh di sini karena sang guide sudah merencanakan untuk membeli oleh-oleh ditempat lain esok hari. Akhirnya kita cuma beli tanaman hias kaktus dan bambu yang imut-imut dan kalo diceritain perjuangan membawa ni taneman sampe pulang ke rumah sedih gaes. :( karena sempat tertolak masuk di bandara.

Keesokan harinya kita langsung diajak sang guide untuk jalan-jalan lagi ke sekitar batu malang. tapi karena ngebet banget pengen liat paralayang, akhirnya kita diajak muncak deh buat liat paralayang. tempatnya kece beud. Nama tempatnya paralayang batu malang.




Ditempat ini juga ada tempat wisata lain, diantaranya ada omah kayu, yang sering eksis tuh tempatnya buat prewed atau keeksisan lainnya.



Kalo dilihat-lihat dari fotonya sih bisa keliatan kita tuh ga berani lepas pegangan dari pagar pembatas omah kayu ini.. hehe.. takut ketinggian kali yak... karena omah kayu ini dibuat di atas pohon gaes.. jadi kita naik-naik gitu ya ke pohon? engga juga siy.. emang struktur tanahnya udah menunjang buat pengunjung langsung masuk omah kayu tanpa manjat dulu. Rasakan saja deh bedanya berkunjung ketempat inih :D

Selepas melepas mumet dipuncak batu malang ini kita langsung berburu oleh-oleh dipusat oleh-oleh kota malang. Beli beberapa oleh-oleh cemilan khas kota malang dan souvenir khas malang. 

Jangan sampai lupa waktu bahwa beberapa jam lagi kita sudah harus balik ke bandara dan check in pesawat. dengan berat hati dan dengan hati yang masih merindukan kota malang, akhirnya kita sudahi jalan-jalan yang seru ini dengan membawa kardus berisikan oleh-oleh khas malang dan ransel berisikan baju kotor dan bahan-bahan materi pelajaran bisnis Arfand Motorent ini.

Sebelum take off kita dianterin bang afandi ke bandara dan dikasih wejangan bisnis lagi selama perjalanan. Intinya keep fight di bisnis yang kita tekuni dan berikan selalu inovasi yang lebih untuk keberlanjutan bisnis kita ke arah yang lebih baik.

Rule no 1 : Never Lose Money
Rule No 2 : Never Forget Rule No. 1


Warren Buffett


Read More

Senin, 08 Februari 2016

Kisahku tentangmu ikan berkumis, ikan ekor indah dan pesantren


Malam ini sengaja aku buka kompi hanya untuk melihat foto-foto hasil jepretanku yang lalu. Aku buka folder Kampung Babakan. Bahkan aku masih tidak percaya bahwa aku pernah tinggal cukup lama di sana. Kampung Babakan. Ya, kampung yang terletak di desa ciseeng bogor itu cukup memberikan kenangan yang mendalam terhadapku. Di sana aku pernah bertugas untuk memberdayakan ekonomi masyarakat yang berbasis budidaya ikan lele. Pertama kali aku menginjakkan kaki di sana, aku merasa ini bukan tempat yang cukup menenangkan untuk aku tinggali. Secara aku lebih suka menyendiri dengan seabrek buku dengan nulis ngalor ngidul di kompi dari pada harus menemani bocah-bocah yang berlari kesana kemari tanpa baju atasan dan alas kaki. Mereka terlihat asyik bermain di bawah sinar matahari. Ketika melihatku, mereka sedikit tenang dan memperhatikan aku dengan heran. Melihatku dengan setelan gamis, jaket almamater organisasi dan kaos kaki. “teteh kade kotor atuh baju na ulin didieu mah…” sahut bocah berusia sekitar 9 tahun. Aku tersenyum lebar menata hati dan fikiran sebentar. Lalu aku jawab “teu nanaon.. pan berani kotor teh baik lin..?” senyumku lebar. Lalu mereka menyalamiku semua dengan gembira seakan aku adalah guru SD mereka. Aku bisa bahasa sunda karena aku memang asli sunda. Tapi bahasa sunda di sini cukup kasar dan aku bisa mengimbangi bahasa mereka karena aku tidak begitu pandai bahasa sunda halus. Sampai sekarang aku lebih suka sunda kasarnya orang bogor.


Masih tidak percaya bahwa salah satu kewajiban seorang fasilitator adalah tinggal bersama masyarakat yang akan kita berdayakan. Frustasi dan sedikit menunda-nunda untuk pindah dari kosan lama dekat kampus. Hingga mau tidak mau aku memang harus pindah. Hari pertama pindah aku niatkan benar-benar untuk menambah knowledge tentang komodity enterprise dan sedikit lebih mandiri dari sebelumnya. Dengan ditemani rekan kerja dari koperasi (binaanku juga), dia dengan sabar ikut membantu memindahkan baju, kasur, tivi, dan lemari plastic menggunakan motor astrea legendaku yang dibelikan bapak untuk aku kerja di sini. Malam dengan rintikan hujan aku masih sibuk pulang pergi kosan lama ke kampung babakan membawa barang-barang itu. Ketika aku sampai di rumah pak RT kampung babakan. Aku disambut oleh bu RT, dan anak-anak yang akan berangkat mengaji. Mereka satu per satu membawakan barang-barangku membuat bebanku semakin berkurang untuk mengangkut barang-barang itu. Sedikit bocoran bahwa aku tidak mau sedikitpun barang-barangku tertinggal dikosan yang lama barang seharipun. Jadi aku berusaha keras hari itu juga selsai angkut barang. Sampai bapak RT geleng-gelang kepala sedikit tidak percaya aku membawa tivi votre merah muda yang cukup berat itu menggunakan motor legenda.



Jalan menuju kampung babakan cukup complicated. Tidak beraspal, kerikil berlapis tanah, tanah berlapis tanah, dan lengkaplah sudah jika hujan datang. Licin, apalagi bawa motor. Jalan kaki saja kita seperti terjebak di tengah-tengah lumpur hidup yang siap menelan kaki dan tubuh kita ketika itu juga. Aku mencoba beradaptasi di sini. Ketika aku menelepon mamah di rumah beliau sedikit terdiam mendengar keadaanku berada di sini. Mungkin beliau juga sedikit khawatir akan keberadaanku saat ini. Aku segera menghibur mamah dengan sedikit kebohongan bahwa aku di sini sangat nyaman dengan masyarakat yang sangat care dengan aku. Dan tak lupa bilang ke mamah bahwa beliau harus ke sini bersama bapak untuk lihat budidaya ikan lele dan harus melihat pak RT, bu RT, ummi ety pimpinan pesantren, anak-anak pengajian, dan ikan cupang. Ya, aku ingin memperkenalkan mereka semua pada kedua orang tuaku.

Aku sengaja tinggal di kobong pesantrenya ummi ety, aku diberikan sebuah ruangan yang cukup luas. Dua ruangan yang aku gunakan untuk kamar dan untuk dapur. Hanya saja kamar mandi terletak di luar tidak di dalam. Yang membuat sedikit nyaman adalah ketika keluar kobong aku melihat hamparan kolam ikan lele dan sawah yang menyebar luas di semua area pesantren. Tepatnya pesantren ini berada ditengah-tengah luasnya kolam ikan lele milik masyarakat babakan. Menuju ke pesantren ini pun tidak mudah. Dari jalanan licin yang aku ceritakan tadi, kita harus jalan kaki/bawa motor lagi menuju jalan setapak yang lebih licin dan mengerikan. Kita seperti sedang melintasi jembatan sirotol mustaqim menggunakan motor. Hehe. Jika tidak seimbang sedikit saja maka sudah pasti kita akan nyebur langsung ke empang. Tinggal pilih mau jatuh ke sebelah kiri ada empang atau jatuh ke sebelah kanan ada selokan. Mantep dah.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu aku merasa betah berada di sini. Kenapa? Karena hari-hariku sangatlah produktif. Aku merasa apa yang aku pelajari ketika kuliah dan berorganisasi aku terapkan semua ilmunya di sini. Aku adalah lulusan akuntansi dengan IPK yang memuaskan walaupun bukan cumlaude. Ketika aku membantu para petani ikan untuk aku berdayakan, aku membuat proposal bisnis untuk mereka. Mulai dari deskripsi usaha, analisis biaya, analisis keuangan, laba rugi dan proyeksi bagi hasil. Semua aku yang rangkai agar para petani ini dapat permodalan untuk mengembangkan usahanya. Dan bingo! Aku berhasil meyakinkan koordinatorku untuk memberikan permodalan itu dengan catatan aku terus mendampingi mereka. Aku siap dan para petanipun sangat bahagia bisa diberi kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Aku juga mengerti kenapa di sini masyarakatnya tidak maju-maju dalam ekonomi keluarga mereka. Salah satunya karena mereka merasa sudah merasa cukup dan nyaman dengan kondisi mereka saat ini. Anak-anak mereka tidak terlalu jadi pusat perhatian mereka dalam waktu jangka panjang, karena mereka akan melepaskan anak-anak mereka ketika mereka lulus SMA. Yang perempuan sudah pasti akan langsung menikah dan yang laki-laki akan menjadi petani seperti orang tua mereka. Tidak ada pendidikan jenjang perguran tinggi bagi anak-anak di sini. Pola fikir orang tua yang sudah membudaya di tengah-tengah masyarakat. Cukup terdiam menerima kenyataan bahwa anak-anak perempuan di sini hampir semua menikah di usia masih sangat muda. Lulus SMA, bahkan ada yang lulus SMP langsung menikah. Aku kadang bertanya kepada gadis-gadis belia itu ketika mereka ikut mengaji di pesantren ummi ety, kenapa mereka tidak mau melanjutkan kuliah, atau mengembangkan minat dan bakat setelah lulus SMA. Mereka hanya tersenyum dan menjawab ala kadarnya, membuatku kurang puas. Hanya karena sudah memiliki pacar ketika SMA dan harus segera menikah daripada terjadi hal yang tidak di inginkan. Lagi-lagi pergaulan dan lingkungan sangat mempengaruhi pola fikir mereka. Ya, walau bagaimana pun memang lebih baik menikah dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan. Nah lo. Yuliiiii… what should I do, ya Allah?


Okey, kembali kepada proyek pemberdayaan. Setelah 3 bulan berlalu akhirnya para petani itu memperoleh hasil yang sungguh diluar dugaan. Usaha mereka berhasil memberikan keuntungan dan bagi hasil yang cukup memuaskan bagi koperasi sebagai akses permodalan dan usaha kelompok tani mereka sendiri. Aku sengaja membuat kelompok usaha induk di bawahnya koperasi agar suatu saat nanti jika koperasi yang selama ini menjadi satu-satunya akses permodalan mereka sudah tidak bisa mengucurkan dananya lagi kepada para petani maka mereka bisa menggunakan uang dari saldo kas kelompok induk tani.



Selain memberdayakan ikan lele dan ikan hias aku berbaur juga dalam mengajar anak-anak pesantren untuk ikut mengaji. Ummi ety sangat senang sekali aku bisa mengajar anak-anak pengajian. Ketika ramadhan tiba aku mengajak sahabatku anisyah untuk turut membantuku mengadakan lomba cerdas cermat, pidato, mewarnai, puisi dan lomba adzan. Antusias anak-anak sungguh diluar dugaan. 3 jam sebelum lomba dimulai anak-anak sudah hiruk pikuk berada di aera pesantren. Sedangkan aku masih berada di kobong bersama anis menyiapkan kado pemenang lomba nanti. Aku terharu ketika anak-anak mulai mengikuti lomba demi lomba. Aku sengaja mengeluarkan banyak anggaran untuk acara ini dari uang saku ku. Aku tidak meminta kepada ummi karena aku tahu ummi pun sudah cukup kesulitan untuk membiayai operasional pesantren. Karena pak ustad suami ummi ety juga sedang sakit keras. Aku selalu berdoa semoga pak ustad yang sangat rendah hati dan baik hati itu segera pulih kembali.





Aku melihat anak-anak ceria sekali, senyum mereka mengembang ketika aku menceritakan kisah-kisah para nabi dengan gayaku sendiri. Ketika malam tiba aku arahkan mereka ke halaman depan pesantren, yaitu sebuah halaman rumput yang cukup luas. Aku membuat lingkaran dengan mereka dan aku mulai bercerita tentang nabi Muhammad sang teladan dan para sahabat nabi yang sangat pemberani melawan orang kafir bersama nabi Muhammad SAW. Mereka bertakbir dan ikut bernyanyi menyanyikan 25 nabi dengan gubahan lirik dan lagam dari “lagu balonku ada lima”. Mereka hafal dan mulai mengetahui satu demi satu kisah 25 nabi itu. Bahagianya.



Detik-detik selsai program..

Sekitar satu bulan lagi dari masa program pemberdayaanku selsai. Aku dikunjungi oleh kedua orang tua ku dan kedua ua aku. Mereka berdecak dan geleng-geleng kepala tak percaya aku tinggal dan bekerja ditempat seperti ini. Sampai sekarang aku tidak tahu apakah mereka waktu itu bangga atau tidak padaku berada di sana dan mandiri secara perlahan di sana. Tapi aku lihat sekilas wajah mamah dan bapak tidak ada ke khawatiran terhadap diriku. Mereka sepenuhnya percaya bahwa aku bisa melakukan hal apapun yang aku mau dan aku fokuskan semuanya di situ. Aku memperkenalkan mereka semua kepada ummi ety, bu RT dan pak RT, merkeka juga aku ajak menjenguk suami ummi ety pak usatad yang sedang sakit. Kedua orang tuaku dan kedua ua ku turut sedih melihat ustad sakit keras seperti itu. Lalu mereka pun pergi pamit setelah mengunjungiku. Aku tersenyum pahit melihat mereka pergi.

Sampai pada titik pengahabisan program, aku belum mengucapkan apapun kepada semua yang ada di kampung babakan ini. Bahwa I have to go, and I always remember this moment everytime. Tapi lagi-lagi aku belum siap hingga akhirnya pak RT mendapatkan informasi rencana kepergianku dari orang lain. Semuanya cukup aneh karena aku sepertinya baru beberapa hari tinggal di sini tapi sudah harus pergi. Beberapa hari? Aku sudah 7 bulan di sini. Cukup lama memang.

Sambil berkemas aku membuka jendela kobong. Mengingat masa-masa indah dan sedikit masa kelam saat berada di sini. Bagaimana akhirnya aku terjatuh ketika membawa motor pas hujan deras. Terjatuh ke selokan. Suatu kepastian karena tidak ada pilihan lain waktu itu. Jatuh ke kiri masuk empang atau jatuh ke sebelahnya lagi masuk selokan. Akhirnya aku malah masuk selokan. Rok hitamku robek seketika sampai paha. Tinggal terlihat celana olah raga panjang dibalik rok hitamku itu, kaca spion motor hilang ikut hanyut terbawa arus selokan. Sandal gunung sudah tak berwarna hijau lagi dan berubah warna jadi coklat tanah. Ya, aku ingat kenangan itu. Aku langsung ditolong oleh anaknya ummi ety dan aku bilang tidak apa-apa ko. Lalu aku menjahit rok hitamku dirumah salah satu anggota petani ikan hias. Menjahit dengn benang warna merah, jadi terlihat berwana rok hitamku itu. Tapi setelah itu aku tertawa sendiri, kok bisa ya jatuh juga ke selokan. Hehe. Termenung. Senyum lagi.

Lalu kenanganku beralih lagi ketika aku tidur sendirian di kobong ditemani suara kodok empang dan jangkrik sawah. Sekitar pukul 1 malam. Aku bermimpi. Mimpi yang mebuatku menangis jika teringat mimpi itu. Mimpi dimana aku sedang berada pada suasana lebaran, dan aku sedang makan ketupat bersama mamah dan bibi ku. Seketika itu pula ada yang memberitahu kami bahwa ketupat yang kami makan beracun. Mamah dan bibi yang belum menelan ketupat itu langsung lari ke belakang dan memuntahkan semua ketupat yang belum tertelan itu. Sedangkan aku, aku sudah terlanjur menelannya dan aku tidak ingat apa-apa lagi. Aku terbangun (masih dalam mimpi) aku berjalan lemas tak tentu arah. Aku lihat mamah dan bibi masih sibuk menyalami keluarga besar di lebaran itu. Sepertinya mereka tak langsung melihat kondisiku karena banyak tamu yang berdatangan ke rumah. Aku menghampiri mamah berusaha bicara dengan mamah tapi mamah tidak mendengarku, aku bicara dengan bibi dia juga tidak menyadari keberadaanku, aku kaget dan menangis seketika. Semua orang yang ada dipertemuan itu tidak melihat keberadaanku. Aku berlari ke tempat aku tadi memakan ketupat itu. Ternyata tubuhku terkulai di situ. Aku menangis sejadi-jadinya karena ternyata aku sudah terpisah dari jasadku. Aku kembali ingin menemui mamah dan ingin menyadarkan dia bahwa ini aku, anakmu, bantulah aku mah. Aku berlari keruang tamu dan aku berhenti berlari ketika aku melihat sahabat masa kecilku datang kerumah untuk bertamu dan saling maaf memaafkan. Aku melihat dia, menyalami semua keluargaku, aku mendekatinya. Lagi-lagi dia tidak menyadari keberadaanku. Hatiku semakin tercabik karena harus menerima kenyataan bahwa aku telah “meninggal”.

Ya aku meninggal, aku masih menangis diluar rumah yang sedang ramai dengan tamu dilebaran itu. Sehingga sampailah pada saat cahaya itu datang. Cahaya itu berwarna putih membentuk lorong panjang. Aku meilhat lorong itu dan aku menangis tanpa henti dan mulai menerima kenyataan bahwa aku harus pergi melewati lorong itu. Aku memohon pada Allah bahwa aku siap bertemu denganNya dengan satu syarat, “Maafkan semua kesalahan dan dosa-dosaku.. ya Allah..” Aku berjalan perlahan melewati cahaya putih itu. Langkah demi langkah aku lalui, aku masih terisak, lalu setelah beberapa langkah aku melewati lorong cahaya itu, cahaya mulai meredup dan menelanku ke dalam dan suasana lain dengan redup dan mulai gelap. Aku tersadar bahwa aku belum waktunya pergi, aku melihat ke belakang dan pintu lorong itu masih terbuka lebar, melihat halaman depan rumahku. Aku masih melihat halaman depan rumahku. Aku berbalik arah dan berlari meninggalkan lorong itu dan aku mengatakan sesuatu kepada Allah, dan kata-kata itu sungguh tidak tahu akan seperti apa nantinya. Aku berkata “ya Allah aku harus menyampaikan sesuatu kepada sahabat kecilku dulu. Aku belum mau pergi”. Aku berlari dan terus berlari sehingga aku mampu keluar dari lorong itu dan cahaya alam dunia kembali kepadaku. Aku kembali ke halaman rumah dan.. aku terbangun dari mimpi. Aku menangis sejadi-jadinya di kobong. Aku lalu berlari keluar kobong mengambil air wudhu dan menunaikan shalat malam dan menangis sejadi-jadinya sampai subuh tiba.

Aku tidak menceritakan mimpi ini kepada orang lain. Hanya menuliskannya di sini. Sampai sekarang aku tidak tahu apa yang akan aku sampaikan kepada sahabat kecilku itu dalam mimpiku.

Dipenghujung kepergianku di kobong, pesantren, kampung babakan, koperasi, masyarakat mandiri dompet dhuafa dan semua yang telah menyukseskan program pemberdayaan ini. Aku berterima kasih banyak karena tanpa kalian semua, aku bukanlah apa-apa. Aku tetaplah yuli yang belum seproduktif ini sampai dengan bertemu kalian. Sampai hari kepergianku pun aku tidak pamitan dengan kalian. Maafkan aku karena aku paling tidak suka perpisahan. Terasa menyakitkan, seperti mimpiku itu. Aku hanya berharap kita akan selalu bertemu dalam keadaan yang paling baik dan paling bertaqwa kepada Allah SWT. Aamiin.

Untuk orang terkasih yang menemani masa pertama baktiku : Bapak Sutisna, Bude Hesti, Mba vika, mba tri, ibu RT, bapak RT, ummi etty, pak ustad, bu euis, bu tuti, pak omat, pak dedi dan semua desa binaan di jampang dan kampung iwul. I miss u always and forever. Semoga Allah merahmati kita semua.




Read More

Senin, 18 Januari 2016

Belajar menjadi pemain dalam bisnis (Part 3)





















Invest xxx
Project 0 xxx

Cash xxx
Project 1 xxx

Project1 xxx
Invest xxx

Invest xxx
Project 0 xxx

Apa yang ada dibenak pembaca melihat transaksi di atas? ya, ini adalah transaksi mentah sebelum aku catat dalam sebuah jurnal dan posting buku besar. Hanya saja ini bukan hanya sebuah transaksi sepele, melainkan transaksi yang menurutku menghasilkan uang yang cukup besar dengan modal yang tidak ada sama sekali. Mungkin bisa disebut dengan seolah-olah atau manipulasi data. Right! hanya saja yang dapat mempertanggung jawabkan transaksi ini pastinya orang yang setingkat lebih tinggi dari sang akuntan itu sendiri. Direktur. Itulah dia.. Hari ini sibuk diskusi langsung dengan konsultan pajak mengenai surplus or defisit project on year 2015. Alih-alih ingin menyesuaikan dengan success fee net income agar menjadi surplus dengan kenyataan bahwa loss project memang ada. Dengan sistem pencatatan ingin cash basis sampai dengan accrual basis. Lucu memang, tapi banyak belajar dari kasus-kasus seperti ini, yang pasti menarik sekali buat saya mengelola dana investasi ini. Sangat menikmati menjadi salah satu pemain dalam merangkai financial report on year 2015. Have Fun !


Read More

Rabu, 13 Januari 2016

LL Wedding Teams

Dear Bluegreensee..




Awal tahun ini saya cukup sibuk sehingga masih mager dalam menulis. Tapi gregetan juga ingin mengabadikan momen awal tahun ini dengan membuat tulisan terkait momen itu. Ya ! momen pernikahaan bang lingga dan mba levana (bang lingga adalah mentor bisnis saya.. hehe). Akhir tahun kemarin cukup kecewa karena bisnis roti and cake diberhentikan dulu sementara, karena ada pergantian pengurus kantin kampus, sehingga semangat yang meluap-luap dalam mencapai target laba  bersih akhir tahun sedikit menurun (entah sampai kapan). Rasanya ingin aku kelola sendiri aja ni kantin kampus jika memang tidak ada yang mengelola. Oke lupakan sejenak.. yuk kita langsung saja lihat bagaimana bang lingga ini mempersiapkan segala sesuatunya demi melengkapi separuh agamanya #ea

Pembentukan LL Wedding Teams

Berawal dari pembentukan panitia LL Wedding kami mulai menyusun acara yang akan berlangsung hari sabtu, 09 Januari 2016 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos Jakpus. Ketua panitia yang ditunjuk untuk acara ini adalah bro khaidir aby prasetyo yang kebetulan akan menikah juga dibulan februari, engga kebetulan sih..haha.. baperr.. Oke /o/, lalu para anggotanya yaitu aku, fika, ando, rizki, rayhan, tofa, afif, dhama dan ibnu. Tampak digambar pertama terlihat panitia sedang mempersiapkan acara seusai jam kantor. 

Agenda yang dibahas diantaranya adalah susunan acara, jobdesk masing-masing panitia dan penentuan tamu VIP pihak bang lingga dan mba levana. Aku diamanahkan untuk menjadi PJ konsumsi. Menu makanan yang akan dihidangkan sangat menggiurkan. Terdiri dari menu buffet dan pondokan. Menu buffet untuk 900 porsi dan menu pondokan sejumlah 9 pondok yang terdiri dari bakwan malang, siomay tenggiri, sate ayam, dimsum, zupa soup, kambing guling, es cream, dcrepes, dan coklat foountain. Wah jadi ngilerr deh .. wkwkwk. Nah itulah jobdesk aku selama acara berlangsung, memastikan semua makanan tersedia dan dikeluarkan semua, karena terkadang ada oknum yang sengaja tidak mengeluarkan semua menu  makanan yang ada didalam kesepakatan awal.

Setelah rapat, semua panitia fokus pada jobdesknya masing-masing, untuk acara besoknya panitia sudah dibekali dengan baju panitia yang bernuansa black and gold dan Zello App pengganti Walkie Talkie


Aplikasi Zello

Menjelang hari akad semua panitia sudah diberikan fasilitas menginap di hotel bintang 2 oleh calon penganten hehe, walaupun jarak dari hotel ke tempat acara lumayan jauh, tapi tidak menyurutkan semangat kita untuk tetap pilih menginap di hotel, haha (modus). Akhirnya dibooking juga 2 kamar panitia cewek dan cowok.

2 Kamar di Whiz Hotel
Setelah semua panitia berkumpul di kantor ba'da magrib kita langsung lets go to whiz hotel cikini, naik KRL dari pondok cina sampai dengan stasiun cikini, dari cikini pesan grab car hanya 11 ribu rupiah saja untuk ber 8 orang panitia (murah kan). Setelah sampai hotel kita langsung pada cek in sebelum briefing terakhir di loby hotel. Nih penampakan hotel bintang 2 :D


 Setelah kita istirahat cek in dan taro barang sebentar di kamar hotel. Kita langsung makan malam disebrang hotel whiz dan dilanjutkan dengan briefing terakhir plus liat calon penganten yang bahagia menjelang akad.

Muka-muka capek tetep liatin rundown

Ni calon penganten masih ada nyempetin ikut briefing

Selsai briefing, panitia pada istirahat tidur menanti esok pagi. Lain hal dengan panitia wanita yang lebih riweuh nyetrikain baju buat besok, dan persiapan lainnya. 

Pagi menjelang, kita sarapan roti dulu dilantai 1 dan siap-siap berangkat ke gedung kemensos.


Panitia cowok pesan grab car untuk menuju ke gedung, dan kita action deh dari situ.. hehe.. Happy Wedding ya bang lingga dan mba levana.. Barakallahu lakuma ..

Menjelang akad selfie dulu
Persiapan memasuki aula akad
Haha.. deg-degan ni ye...
Bismillah.. SAH.
Alhamdulillah :)

Sesi akad berakhir.. show time walimah dimulai pukul 11.00-13.00 :)
dan sebelum walimatul urs dimulai, panitia pada narsis dulu deh.. Have Fun !

 Narsis sama pengantin pria
 Ketua Panitia dan koleganya.. haha
 Semua panitia dan pengantin pria
 Panitia Wanita
 Welcome..


Undangan Mitra lentras

Persembahan lagu dari bang irsyad dan istrinya

Foto Booth Wedding

 Mempelai dengan Panitia

Nah sekian momen kebersamaan dari LL Wedding teams, acaranya alhamdulillah sukses dan panitia bisa pulang kerumah masing-masing dengan membawa souvenir yang akan dibagikan kepada teman-teman undangan yang tidak sempat hadir di LL wedding day. Dapet bocoran juga dari penganten prianya, mereka langsung honeymoon di ubud bali, iiihiiir.. mantap. Malah kita dishare foto-fot0 mereka pas di ubud.. hadeehhh bikin baper para mbloo >,<
Nih aku kasih intip foto-foto mereka di ubud.. stt jangan bilang-bilang yak.. haha





Okeh Begitulah penampakan terakhir pasangan LL inih. Kata penganten pria ini spesial buat istri tercinta.. Romatis banget yah.. Wkwkwk.. Semoga aku dan pembaca semua dapat mendapatkan kebahagiaan juga ya pas Wedding Day nya, berkah juga tentunya .. Aamiin.



By. Yuliani Dewi
























Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

Copyright © Bluegreensee on a Journey | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com